Biaya konsultasi dan cabut gigi di RSUD tanpa BPJS

Cabut Gigi di Rumah Sakit

GtDuit.com - Cabut gigi merupakan tindakan akhir untuk menjaga kesehatan. Gigi harus di cabut karena sudah tidak bisa lagi di selamatkan, seperti melakukan perawatan saluran akar, hingga tidak memungkinkan untuk dilakukan penambalan.

Cabut gigi di rumah sakit daerah maupun puskesmas harganya relatif, ada yang lebih mahal ada juga yang lebih murah. Harga juga di pengaruhi oleh tingkat kerumintan proses pencabutan. Penting untuk mengetahui kisaran biaya minimal dan maksimal.

Tujuanya agar kita bisa menyiapkan dana yang lebih, sehingga tidak mengalami kekurangan dana. Banyak orang yang takut melakukan cabut gigi lantaran tidak mempunyai uang, dan takut cabut gigi. Sebenarnya cabut gigi tidak terlalu sakit dibandingkan sakit gigi.

Cabut gigi sakitnya hanya beberapa saat, dan rasa sakitnya lebih ringan dibandingkan sakit gigi. Dokter memberikan anestesi lokal untuk memblokir syaraf di sekitar gusi, ini akan menghentikan rasa sakit yang di kirim ke otak.

Namun pada saat proses pencabutan, tulang rahang yang masih terhubung ke syaraf daging lain kemungkinan masih bisa menerima rasa sakit. Namun batas rasa sakit yang di terima masih tergolong ringan, dan masih bisa kita tahan.

Adapun rasa sakit pasca cabut gigi berupa nyeri ringan, dan kebas akibat obat bius. Tapi ini hanya berlangsung beberapa saat, dokter akan meresepkan obat setelah proses pencabutan. Orang yang pernah melakukan cabut gigi sekali, pasti mempunyai keberanian yang lebih tinggi dibanding yang belum pernah sama sekali.

Lalu berapa biaya cabut gigi di rumah sakit atau puskesmas? Rata-rata biaya cabut gigi di rumah sakit pemerintah itu sama, sekitar 150ribu paling minimal dan harganya bisa sampai 200 per gigi. Biaya tersebut belum termasuk biaya administrasi pendaftaran, dan biaya obat.

Biaya pendaftaran atau konsultasi awal kamu harus mengeluarkan budget paling minimal Rp 27.000 bisa lebih bisa kurang, dan biaya obat kamu bisa mengeluarkan uang mulai dari 50rb hingga 200ribu tergantung harga obat yang sudah di resepkan oleh dokter.

Berdasarkan pengalaman penulis, setidaknya kita harus merogoh kocek Rp300.000 sampai Rp500.000 hanya untuk cabut satu gigi saja. Bagi sebagian orang uang ini bukanlah nilai yang kecil, namun cukup besar, apalagi jika ingin mencabut lebih dari satu gigi.

Oleh karena itu persipkan BPJS, cabut gigi masih bisa di cover oleh BPJS kesehatan. Namun yang jelas pelayanan yang di berikan akan berbeda, tergantung dengan level faskes yang anda pilih. Jika pusksesmas di sekitar anda kurang mempunyai alat yang lengkap biasanya akan di rujuk ke RSUD terdekat.

Kenapa biaya cabut gigi begitu mahal? Hal ini bergantung pada tinkat profesionalitas, meskipun cabut gigi adalah langkah yang mudah dilakukan namun membutuhkan ketelitian yang sangat mendalam. Soerang dokter di tuntut harus bekerja dengan cepat, dan bersih, faktanya efek anestesi yang di berikan hanya bertahan sekitar 30 menit setelah di suntikan.

Beberapa gigi lumayan sulit di cabut, seperti gigi geraham atas bawah. Kesulitan pencabutan gigi jika gigi yang hendak di cabut akarnya lumayan panjang. Ini membutuhkan ketelitian dan kecepatan kerja yang tinggi. Semakin lama proses pencabutan, pasien akan merasa kesakitan tentunya akan berpengruh terhadap penilaian pasien.

Jika pasien merasa tidak nyaman bisa jadi dia akan mengalami trauma dan tidak mau lagi berobat ke dokter tersebut. Selain tingkat profesionalitas, peralatan kesehatan pada rumah sakit membutuhkan perawatan dengan biaya yang cukup mahal.

Selain biaya tersebut biaya bahan yang di gunakan harganya ada yang murah ada juga yang mahal. Semua kebutuhan bahan pendukung cabut gigi akan di bebankan pada tagihan akhir kamu saat pengambilan obat.

Bagaimana caranya agar bisa cabut gigi dengan gratis? Bisa menggunakan BPJS, datanglah ke pusat pelayanan kesehatan puskesmas daerah. Biasanya puskesmas akan menanyakann secarar langsung BPJS kesehatan, karena memang di sana khusus pelayanan menggunakan BPJS.

Jarang ada orang yang bisa membayar biaya tagihan rumah sakit, tagihan sangat mahal sekali. Itulah alasanya pemerintah menekankan harus mempunyai BPJS, ada BPJS iuran dan penerima iuran. Bebas semuanya sama sih, namun hanya berbeda faskes ( fasilitas kesehatan ) yang di berikan.

Untuk cabut gigi menggunakan BPJS, pertama kamu ke Puskes dan keluhan nya jangan cabut gigi. Karena rata-rata dokter di sana tidak akan menambah-nambah alias tidak akan memberikan konsultasi tanpa diminta Jadi sebaiknya konsultasi terlebih dahulu, jangan konsultasi cuma satu atau dua tapi seluruhnya.

Nanti ada keputusan mana yang masih bisa di selamatkan bisa melakukan PSA ( Perawatan Saluran Akar ) dan penambalan gigi. Kemudian yang sudah tidak bisa lagi di selamatkan bisa di cabut. Hasil konsultasi inilah yang nanti bakalan kamu gunakan untuk berobat cabut gigi pada kunjungan berikutnya.

Kesimpulan : Biaya untuk berobat jauh lebih mahal oleh karena itu rawat gigi dengan baik, terapkan pola menggosok gigi dengan benar. Sebelum tidur malam, dan pagi setelah sarapan. Banyak yang salah penerapan gosok gigi, sehingga kurang efektip mencegah plak gigi dan gigi berlubang.

Tagged : #kesehatan #gigi #mulut , pada Selasa, 07 Maret 2023 08:50 WIB