Kenapa orang bisa kaya? Sebuah perbedaan pemikiran

Pemikiran antaar orang cerdas dan orang kaya

Ada yang bertanya kenapa seorang bisa jadi kaya, sementara saya yang rajin bekerja tidak pernah jadi kaya. Sebenarnya kaya atau miskin itu relatif, tergantung dari bagaimana cara seseorang mengelolah ekonmi mereka dan cara mereka menghasilkan uang.

Seorang karyawan yang terus bekerja denngan gaji yang cukup, ia terus bekerja seperti roda tak akan pernah menjadi kaya. Kalaupun bisa menabung pasti uangnya akan habis di belikan sesuatu yang ia inginkan. Kok gitu si? ini karena perbedaan pemikiran antara orang cerdas dengan orang biasa.

Orang miskin adalah orang biasa, ketiak mereka mendapatkan dana kaget, atau dapat gaji misalnya. Yang ada dalam benak mereka adalah bagaimana cara menghabiskan uang tersebut. Mereka akan terus spending menghabiskan uang untuk membeli produk-produk keinginannya.

Tanpa mereka berfikir untuk menginvestasikan uang nya. Investasi banyak jenisnya, ada investasi ilmu, investasi barang, dan investasi di pasar modal. Suatu kegiatan investasi tujuanya tak laina dalah untuk mendapakan nilai ekonomi dari suatu barang atau jasa yang di beli.

Itulah kenapa orang cerdas akan selalu membuat uang mereka bekerja menghasilkan uang untuk nya. Sementara orang biasa, masi terus berfikir untuk mengejar impian, misalnya membeli sepeda motor, beli mobil, dan sebagainya.



Pola fikir dalam bekerja dan mencari keuntungan

Pola fikir juga menentukan apakah seseorang berbakat menjadi kaya atau miskin. Orang cerdas akan cenderung melibatkan banyak orang dalam pekerjaanya, karena mereka paham setiap orang yang di ajak bekerja sama adalah keuntungan tersendiri.

Kita ambil saja urusan berjualan misalnya, produk apa saja. Orang cerdas suka akan teknologi, ia akan( menginvestasikan uang ) untuk membeli alat guna mempermudah pekerjaan mereka. Misalnya belanja iklan, menyewa jasa programer untuk membangun aplikasi perusahaann.

Ada dua tipe dalam hal ini, pertama orang yang sudah kaya dari ayahnya, kedua orang yang belum kaya namun mempunyai keinginan belajar yang tinggi. Karena untuk memulai suatu kegiatan usaha, di butuhkan investasi baik dalam bidang ilmu pengethuan maupun keuangan.


Keinginan untuk berbelanja

Setiap orang pasti punya keinginan untuk membeli produk apapun yang ia inginkan. Tapi tidak semua orang berfikir cerdas. Orang cerdas akan berfikir terlebih dahulu sebelum berbelanja barang. Apakah barang yang di beli benar-benar di butuhkan, apakah akan mengeluarkan biaya tambahan ( khususnya biaya operasional ), dan sebagainya.

Sedangkan orang biasa, tidak berfikir terlebih dahulu. Dia kredit mobil, padahal gaji cuma 3 juta. Beli mobil juga tidak punya garasi, sementara pekerjaanya cuma karyawan lepas ( yang tidak membutuhkan kendaraan besar ).

Beli mobil karena gengsi jadi tambah buruk, ongkos bensin lebih mahal di banding kendaraan roda dua. Sehingga gaji nya akan terus habis bayar cicilan, bayar biaya operasional. Lagi-lagi mindset orang biasa beda sama orang cerdas.


Keinginan untuk belajar hal baru

Orang cerdas akan selalu senang mempelajari hal-hal baru, pada era teknologi sekarang mereka memikirkan bisnis fintech misalnya. Memikan bagaimana teknologi bisa membantu mereka, dan terus mempelajari ilmu-ilmu baru yang bisa mempermudah pekerjaan atau bisa juga membuat sebuah usaha pekerjaan baru.

Sementara orang biasa tidak mau tahu dengan ilmu pengetahuan, tidak punya keinginan untuk belajar. Punya hp canggih hanya di manfaatkan untuk mencari hiburan, dan kesenangan. Misal lihat tiktok sampai 3 jam, nonton film biru, main games, dan sebagainya.

Ketika ada teknologi baru menjerit, tidak bisa. Contoh ketika pengaplikasian pendaftaran prakerja secara online, pembukaan aplikasi MyPertamina untuk menargetkan masyarakat miskin. Mereka tidak tahu cara menggunakan aplikasi tersebut. Karena minimnya keinginan untuk belajar.


Punya kemampuan dalam suatu bidang

Orang cerdas bisa menjadi kaya karen ilmu pengetahuan yang ia miliki. Dalam sebuah perusahaan orang dengan ilmu pengetahuan yang tinggi, pasti akan di tempatkan pada posisi kerja yang lebih tepat. Tapi tidak secara langsung, mungkin ia hanya akan menjadi staf paling bawah dulu ( atau mungkin langsung melamar posisi kerja yang di inginkan ).

Sementara orang biasa hanya menjadi karyawan biasa, tanpa ada skill pengetahuan yang di manfaatkan. Mereka terus bekerja berulang tanpa ada tujuan pasti. Misalnya pekerjaanya melakuan packing produk, tiap hari sudah pasti akan terus seperti itu.

Orang cerdas bahkan mampu membangun usaha dan mengembangkan produk mereka sendiri, sementara orang biasa tidak bisa. Minim pengetahuan membuatnya tidak bisa berfikir lebih jauh ke depan. Itu sebabnya orang kaya punya pemikiran 10 tahun kedepan, sementara orang miskin mikirnya besok bisa makan apa ya.


Dunia digital menjadikan siapa saja bisa kaya

Hadirnya dunia digitalisasi menjadi kesempatan emas buat kalian yang punya pemikiran sederhana. Denngan digitalisasi, membangun usaha jadi lebih mudah. Teknik digital marketing dan konten creation bisa menjadi jalan menuju hikmah.

Alasanya, dengan cara tersebut kita bisa mendapatkan audiens ( pelanggan ) banyak tanpa harus menyewa jasa marketer. Buatlah konten sendiri yang menarik, bahas topik sesuai pashion agar lebih mudah dalam mengembangkanya.

Selain kita paham dalam bidangnya juga pembuatan konten yang sudah menjadi pashion kita jadi lebih mudah. Misalnya kamu seorang pengamen, buat saja konten my daily life. Tidak ada kata malu, ataupun minder. Di sini kita berusaha mencari audiens ( follower ) bukan ngemis online.

Membangun audiens ibaratkan membangun sebuah pasar, dimana setelah rame kita bisa menjajakan bisnis di sana, memasang iklan produk sendiri ataupun memasang iklan dari pihak ketiga. TIdak ada kata terlambat untuk memulai.


Kesimpulan dari artikel ini, rajinlah belajar agar kelak bisa menjadi orang kaya. Jangan pernah bosan untuk belajar, jangan pernah lelah mencoba jika gagal. Elon Musk sukses menerbangkan roket setelah berkali-kali mengalami kegagalan.

Terus mencoba dan jangan menyerah, pengalaman yang kita dapatkan adalah guru terbaik dibandingkan artikel yang ada di internet atau youtube. Selamat belajar yaaaa

Scroll To Continue