Komponen yang di butuhkan untuk membangun PLTS

komponen panel surya

Membangun PLTS merupakan hal yang sangat kompleks. Jika anda tidak paham kelistrikan, bisa menggunakan jasa agensi. Agensi yang menawarkan jasa installasi PLTS dapat memberikan estimasi rancangan yang lebih akurat sesuai dengan kebutuhan daya.

Tapi, penggunaan jasa agensi akan memakan biaya yang lebih mahal. Biaya minimal yang mungkin harus di persiapkan sekitar 15-20 juta, biaya ini sudah cukup untuk mebangun sistem PLTS rumahan dengan daya 2Kw.

Karena harganya yang sangat mahal, banyak sebagian dari pengguna PLTS rumahan, memilih komponen bekas dan membeli alat secara cicil atau bertahap. Contohnya, baterai akan lebih mahal apabila membeli dalam kondisi baru. Alternatifnya, baterai bekas lebih murah dengan kualitas yang hampir sama dengan baterai baru.

Baterai bekas dengan kualitas terbaik, meskipun sudah bekas pakai, saat ini dipegang oleh baterai Lithium. Baterai lithium ion mempunyai masa pakai yang cukup lama. Dan meskipun sudah melewati batas siklus pengisian baterai, baterai jenis ini hanya kapasitasnya saja yang berkurang.

Kebanyakan baterai dengan kapasitass besar umumnya sangat jarang di kuras hingga habis. Misalnya, baterai LifePo4 100Ah. Baterai bekas industri biasanya hanya di gunakan pada saat emergency untuk power backup, dari segi kualitas tidak jauh berbeda dengan baterai baru.

Selain baterai ada komponen lain yang harus di beli, komponen ini adalah alat-alat khusus untuk menunjang kebutuhan installasi panel surya. Dalam artikel ini, daftar di bawah merupakan komponen yang di perlukan untuk membangun PTLS OffGrid.


Baterai Bank Sebagai pneyimpanan

Baterai merupakan penyumpanan utama untuk PLTS OFF Grid, penggunaan baterai harus di rencanakan dengan baik sesuai dengan daya penggunaan. Untuk penggunaan dengan daya tinggi, misalnya lebih dari 400 watt. Di sarankan menggunakan baterai dengan susunan sistem 24 volt.

Jika konsumsi daya 400watt, dan memaksa menggunakan baterai 12 volt, tentunya akan sangat merugikan. Tegangan 12 volt terlalu rendah, apabila konsumsi daya lebih dari 400 watt, di butuhkan kabel dengan ketebalan yang lebih tebal dari kabel biasa. Hal ini terjadi karena, tegangan yang rendah arus nya tinggi.

Sebagai contoh saja, untuk mendapatkan daya 400watt pada tegangan rendah 12 volt, power inverter kemungkinan akan menyedot arus hingga 33 ampere. Penggunaan kabel yang kecil akan menyebabkan kerugian, sebagian energi akan dilepaskan menjadi panas akibat dari hambatan kabel itu sendiri.


Power Inverter

Inverter merupakan alat yang di gunakan untuk membalikan tegangan listrik dari sistem searah DC menjadi sistem AC. Inverter di pasaran kebanyakan power inverter yang menggunakan penaik tegangan. Ada beragam jenis inverter yang di jual di pasaran, tapi ada dua jenis pilihan yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan.

Ada inverter Low Frequency, Inverter Low Frequency adalah power inverter yang sepenuhnya menggunakan trafo besar. Power inverter ini punya ketangguhan dalam mengangkat beban-beban berat yang mempunyai kejut yang tinggi. Contohnya mesin cuci, kipas angin, gerinda, mesin vaccum, kulkas dan sebagainya.

Ada juga inverter Hight Frequency, dapat di katakan sebagai inverter HF karena inverter ini mempunyai dua stage switching dalam sistem invertingnya. Stage pertama adalah menaikan tegangan rendah dari arus dc ke tegangan dc yang lebih tinggi, bisa 400 volt.

Selanjutnya, tegangan 400 volt tersebut akan di kelolah dan di osilasikan menjadi AC 220 volt dengan frekuensi kerja 50Hz. Penggunaan frekuensi tinggi dalam sistem switching sangat menguntungkan dari segi ukuran. Karena tidak membutuhkan trafo yang berukuran besar.

Dari segi effisiensi, inverter LF mampu mengangkat beban kejut yang besar namun secara cos p inverter ini menyebabkan rugi daya pada pembalikan fasa ketika kita menggunakan beban induksi. Artinya inverter ini akan bertabrakan dengan arus balik saat fasa listrik mulai berbalik, dan ini menyebabkan rugi-rugi daya lebih besar.

Sedangkan inverter LF, punya cos p yang rendah. Hal ini terjadi, karena inverter bergerak secara perlahan. Pilihlah power inverter yang sesuai dengan kebutuhan. Inverter merk taffware, inverter rakitan indoware, dan kenika jadi pilihan yang paling banyak di serbu.


Solar charger controller

Panel surya menghasilkan tegangan listrik yang lebih tinggi, tegangan yang di hasilkan oleh panel surya tergantung pada jenis nya. Paling rendah ada yang 3 volt hingga batas maksimal 45 volt. Tegangan ini tentunya terlalu berbahaya jika digunakan untuk mengisi daya baterai.

Sebagai pengaman, digunakanlah SCC ( Solar Charger Controller ). Selain SCC ada juga MPPT ( Maximum Power Point Tracking ). Keduanya mempunyai prinsip kerja yang hampir sama. SCC membantu menurunkan tegangan listrik hasil produksi solar panel ke tegangan standar pengisian daya.

Sehingga energi listrik bisa dengan aman di gunakan untuk mengisi daya baterai. Sementara itu MPPT mempunyai prinsip kerja yang relatif sama, bedanya MPPT melakukan optimalisasi pendapatan. MPPT akan membaca berapa semua daya hasil produksi, dan akan bekerja untuk mengekstrakssi daya yang di produksi tersebut dengan potensi kehilangan energi yang lebih kecil.

Misalnya, jika energi yang di produksi adalah 100 watt, maka MPPT kemungkinan akan memberikan daya sampai 90-98 watt. Contoh, output panel surya 100 watt pada tegangan 20 volt, artinya panel menghasilkan 100W/20V= 5A. Tegangan tinggi di turunkan semaksimal mungkin oleh MPPT, misal jika effisiensi 100% maka 5A x 12V = 60A.

MPPT juga bekerja untuk tetap menstabilkan tegangan ke tegangan pengisian baterai, meskipun tegangan dari panel surya turun. Sedangkan SCC hanya akan menurunkan tegangan saja. Untuk alasan cuttoff biasanya tidak di atur sedemikian rupa, cuttoff akan terjadi secara otomatis apabila tegangan baterai sudah seimbang dengan tegangan pengisian.


Kabel Khusus Panel Surya

Kabel untuk panel surya harus menggunakan kabel khusus, kabel haruslah mempunyai sifat isolator yang baik, tahan terhadap panas, serta punya ketebalan yang lebih tebal dari kabel biasa. Penggunaan kabel yang lebih tipis dan tidak di khususkan untuk panel surya, dapat menyebabkan kehilangan daya dalam perjalanan, sehingga produksi jadi tidak maksimal.

Untuk menghemat anggaran, sebaiknya pasang panel installasi berdekatan dengan box panel, ini bertujuan untuk mengurangi panjang kabel yang di butuhkan. Kabel jenis akiku, masih bisa di gunakan pada installasi panel surya yang arus listriknya 5-10A.

Kabel akiku punya diameter 2.5MM, apabila arus produksi lebih besar di sarankan untuk menggunakan kabel yang lebih tebal lagi. Guna mengurangi ukuran kabel, panel surya bisa di rangkai secara seri untuk mendapatkan tegangan yang lebih tinggi, ini akan mengurangi jumlah arus yang mengalir.

Tegangan yang tinggi dapat mengalir lebih mudah, dan meminimalisir kehilangan energi dalam perjalanan. Hal ini terjadi karena elektron mempunya kekuatan yang lebih besar untuk melompat dalam hambatan kabel yang tinggi.


MCB Khsus Panel Surya

MCB khusus panel surya berbeda dengan MCB khusus installasi listrik rumah / AC. MCB pada panel surya di rancang untuk dapat bekerja pada tegangan listrik searah ( DC ) dan arus yang lebih besar. Rentangnya biasanya 30A - 60A, ada juga MCB 100A.

Penggunaan MCB harus di sesuaikan dengan daya batas maksimal sistem yang akan di rancang. Contohnya bila menggunakan panel surya 100wp pilihan MCB nya kisaran 5-10A, dan untuk baterai ke beban tergantung daya yang di gunakan. Rumus perhitungan adalah hitung berapa daya maksimal yang akan digunakan, misalnya daya maksimal penggunaan adalah 800watt dengan baterai 24 volt.

Maka MCB yang di perlukan adalah 800/24 = 33A. Penggunaan MCB tidak hanya berfungsi sebagai keamanan dari hubung singkat, tapi sebagai safety jika kelebihan beban. Kelebihan beban dapat menyebabkan perangkat jadi rusak, dan kabel terbakar.


Wattmeter DC ammeter PZEM

Watt meter digunakan untuk memantau hasil produksi, biasanya penggunaan MPPT tidak memerlukan watt meter lagi. Karena MPPT sudah menyediakan alat pengukuran mereka sendiri dan dapat digunakan dengan mudah di layar LCD atau di akses via aplikasi.

Dalam PLTS offgrid yang menggunakan baterai, di butuhkan minimal 2 buah watt meter. Satu digunakan untuk memantau hasil produksi dari panel surya, satu lagi digunakan untuk memantau daya penggunaan dari power inverter.

Penggunaan watt meter sangat penting, karena alat ini menjadi alat monitoring untuk melihat apakah inverter bekerja dengan baik, apakah arus pengisian berjalan dengan normal, dan juga meliihat berapa banyak daya hasil produksi panel surya.


Panel Surya dan Baja Ringan

Piliihlah panel surya yang sesuai dengan kebutuhan, umumnya panel di jual dengan bentuk ukuran Watt Peak. Yaitu daya tertinggi yang mampu di produksi oleh panel tersebut. Varian panel kelas menengah biasanya 50wp, 100wp, 130wp, 150wp, 200wp, 250wp, dan 300wp.

Semakin besar watt peak panel surya, akan semakin besar ukuran lebar panel dan juga akan semakin berat. Untuk keamanan pengiriman sebaiknya gunakan packing kayu, dengan packing kayu panel dapat terhindar dari benturan dan tumpukan selama proses pengiriman.

Sementara itu, besi baja ringan di gunakan sebagai penyangga untuk menyusun rangkaian panel. Jika membutuhkan daya yang lebih besar, bisa di kombinasikan beberapa lembar panel. Panel surya harganya sangat mahal, satu lembar bisa 400-1 jutaan.


Komponen lain sebagai pheriperial

Komponen lain yang mungkin di butuhkan misalnya LVD ( Low Voltage Deacivate ), Stop Kontak, Saklar tekan, lampu led penerangan, panel box, kipas pendingin tambahan, relay, terminal kabel, skun kabel, busbar, dan sebagainya.

Terminal kabel tidak bisa di hilangkan, ini sangat wajib. Terminal digunakan untuk menyambung satu kabel dengan kabel lain nya. Ada lagi busbar, mur baut untuk baterai, rel rumah kabel. Dan kabel installasi khusus untuk panel manajemen.

Semua komponen ini bisa didapatkan di toko online, sangat jarang ada toko offline yang menjual peralatan khusus untuk memasang panel surya. Komponen pelengkap sifatnya opsional, boleh di adakan dan boleh di tiadakan. Tapi sebaiknya di adakan saja.


Membangun PLTS akan menelan anggaran yang sangat mahal, terlebih lagi banyak komponen elektronik dan alat yang di butuhkan. Tidak hanya komponen, alat pendukung kerja juga harus di persiapkan. Alat seperti tang potong, obeng min dan plus, tespen, multitester digital, tang ampere, bor listrik corless, gergaji besi, dan sebagainya.

Anggaran untuk membangun PLTS akan jadi sangat mahal apabila di buat sendiri dan tidak menyewa jasa agensi. Jasa agensi dapat memberikan harga yang lebih murah, karena semua komponen pendukung yang di perlukan mereka sendiri sebagai distributornya tidak perlu membeli di tempat lain.