Apakah pekerjaan manusia akan di gantikan oleh Teknologi?

Apa benar teknologi membuat pekerjaan manusia jadi hilang

GtDuit.com - Lahirnya era ponsel pintar, robot humanoid, dan kendaraan otonom menandakan bahwa dunia sedang bergerak menuju era teknologi 3.0. Teknologi merupakan hasil dari riset manusia selama bertahun-tahun untuk mengembangkan suatu alat yang dapat mempermudah pekerjaan.

Selama ini kita sudah salah prasanka dalam menilai sebuah teknologi. Ketika ada teknologi baru yang lahir dan menyaingi manusia, kita malah justru semakin merasa ketakutan, semakin merasa tersaingi. Lahirnya chatGPT menandakan bahwa teknologi yang dikembangkan manusia sudah melampaui batas.

ChatGPT adalah suatu model aplikasi pembelajaran mesin yang di rancang untuk bisa mengelolah miliaran data berbasis artikel dengan manfaat agar bisa memberikan sebuah solusi terbaik bagi manusia. Misalnya, ketika kita ada suatu permasalahan tanyakan saja pada chatGPT ia akan memberikan respon solusi untuk menyelesaikan permasalahan mu.

Lalu apakah benar teknologi merebut pekerjaan manusia? Tentunya tidak, tapi dengan lahirnya teknologi artinya ilmu pengetahuan yang harus di pelajari oleh manusia yang lahir di kemudian akan lebih banyak dari sekarang. Kalau sebelumnya kita tidak mengenal internet, sekarang sudah ada internet.

Dan di dalam internet itu terkangdung ribuan ilmu pengetahuan lain, misalnya mengenai jaringan, perangkat keras, dan programer. Teknologi membuat kita untuk selalu belajar mengikuti perkembangan yang ada, jika tidak makan akan di makan oleh waktu.

Orang yang buta teknologi hidupnya tidak akan terlalu baik, bayangkan kalau di rumah sakit tidak ada teknologi yang secanggih sekarang? Apa yang terjadi? tentunya akan berdampak pada kesehatan manusia, dimana biaya pengobatan akan sangat mahal sekali, dan juga banyak jenis penyakit yang tidak dapat di tangani dengan baik.

Pada dasarnya teknologi telah membantu manusia mencapai kehidupan yang lebih baik. Teknologi telah meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan baru, banyak perusahaan teknologi berlomba-lomba membangun bisnis ekosistem mereka sendiri.

Google, Facebook, Twitter, Alibaba, Microsoft, Apple, Sea Limited, SpaceX, Tesla dan banyak perusahaan lain berlomba-lomba membangun dan mengembangkan layanan mereka.

Sekarang ini lagi musim perusahaan berbasis ekosistem, dimana semua layanan harus bergantung padanya. Bahkan tak heran banyak perusahaan yang didenda karena melakukan kegiatan monopoli dalam mengembangkan usaha.

Dari perusahaan besar tersebut, teknologi di gunakan di berbagai sektor. Ini menandakan bahwa teknologi tidak mengambil alih pekerjaan manusia, jika pembaca masih berfikir kalau teknologi mengambil alih pekerjaan manusia itu artinya pembaca adalah orang pemalas.

Kenapa kok pemalas? Betul karena tidak mau belajar untuk bisa mengendalikan teknologi, tapi malah merasa tersaingi. Manusian tentunya punya keterbatasan dalam hal bekerja, ini karean kemampuan manusia terbatas. Sedangkan teknologi mempunyai kemampuan yang tidak terbatas.

Denagn bantuan sebuah teknologi manusia akan mampu mengejar sebuah keterbatasan tersebut. Kita sebagai manusia harusnya mempelajari bagai mana teknologi dapat di gunakan untuk membantu mempermudah pekerjaan kita.

Contohnya saja, penulis adalah seorang developer aplikasi. Kalau sebelumnya sangat rajin mencari jawaban pemecah permasalahan di github, atau stackoverflow. Kegiatan tersebut sangat tidak effisien karena penulis harus mencari artikel yang benar-benar membantu baru mengikuti instruksinya.

Tapi sekarang sudah lahir chatGPT, yang di mana bisa memberikan kita solusi dalam waktu kurang dari 1 menit. Bayangkan, pekerjaan jadi lebih cepat selesai. Dan penulis juga mendapatkan ilmu pengetahuan baru dari sebuah koding dan pemecahan masalah yang di berikan oleh chatGPT.

Intinya sekarang adalah kehidupan yang layak, dan kekayaan akan bisa di gapai dengan mudah jika orang mau belajar dan berusaha. Masih mau bilang teknologi mengabil alih pekerjaan manusia?

Scroll To Continue